Saturday, 18 June 2016

Saya dan masa lalu

you know what is wrong about always searching for answers—about something that happened in your past? 
It keeps you from looking forward. 
It distract you 
from what's in front of you, your future. #TAoL

Saya adalah sepersekian dari banyak orang yang percaya—bahwa saya yang hari ini adalah saya yang telah terbentuk dari masa lalu. Tapi yang harus saya lakukan adalah—memaafkan masa lalu itu.

Sunday, 1 May 2016

kalau

Aku tidak mau sombong 
kalau...
kalau kalau Tuhan lagi punya rencana lain
untuk saya
untuk mu
untuk semesta lagi,
saya akan menerima
saya akan membuka lagi lembaran yang sudah lecek itu
saya harus memaafkan betapa munafiknya saya
saya yang masih tak bisa membuang mu,
menghapuskan kamu

saya pikir kali ini sudah selesai,
nyatanya belum selesai juga urusan ini

kalau 
kalau Tuhan berbaik hati, berkehendak
maka biarkan saya dan kebodohan ini,
berbalik dan minta maaf

(ruang yang bau kopi)

Saturday, 30 April 2016

Rangga dan Nicholas Saputra

Sekarang lagi demam banget kan #AADC2 dimana-mana semua orang bahas Ada Apa Dengan Cinta, semua orang demam lagi sama AADC dari genkcinta sampai Cinta dan Rangganya sendiri. Tapi apa yang mau gue tulis adalah gue jatuh cinta sama karakter Rangga like seriously, entah karena yang meranin Nicholas Saputra atau faktor lainnya. Tapi Nic selalu bisa membawa karakter film dia jadi satu tokoh fenomenal sih, kayak Janji Joni, GIE.
Rangga di AADC adalah salah satu karakter fiksi favorit gue, gatau gue suka banget sama dia dari jaman gue masih SD dan mulai ngerti kali ya sama jalan ceritanya sendiri dan tokoh pertokoh. Menurut gue Rangga itu satu karakter yang kepribadiannya bold banget walaupun dia super diem, ada yang hidup dari dia walau pun cuma sorot matanya. Ngomongnya irit,jutek dan cenderung sarkastik kalau sama orang yang dia anggap ga deket. Tapi kalau sama orang yang dia sayang dia bakal jadi lebih hangat dan super manis. 
Dan Nicholas Saputra buat gue pribadi berhasil men-portray Rangga dengan sangat epic, 14 tahun berlalu Rangga dan imagenya yang misterius masih sama. Tapi harus gue akui di AADC 2 dia lebih manis sih, lebih berwarna, banyak ketawa, dan banyak minta maaf.  Apa ya, penciptaan tokoh Rangga menurut gue luar biasa; dia digambarkan sebagai orang yang full of thoughts dan pas dewasa makin banyak kejutan gitu. Gue pribadi sebagai seorang penonton sulit untuk menyelami pikiranya dia, gue rasa Rangga dan Nic adalah satu kesatuan yang udah nyatu. Susah banget pikirannya diselami walau pun dia tokoh fiksi, satu lagi dia suka nulis jadi ya....ya udah taukan jurus jitunya merebut hati Cinta (kembali)? wk.
Intinya satu hari aja dalam hidup ini, pingin bangeeeetttt ketemu Nicholas Saputra as person dan nanya-nanya ke dia tentang Rangga.yha mimpi memang gratis.
Mungkin, perlu Ada Apa Dengan Rangga?





Sunday, 10 April 2016

DEE - Gelombang

Dimensi tak terbilang dan tak terjelang
Engkaulah ketunggalan sebelum meledaknya segala percabangan
Bersatu denganmu menjadikan aku mata semesta
Berpisah menjadikan aku tanya dan engkau jawabnya
Berdua kita berkejaran tanpa pernah lagi bersua

Mencecapmu lewat mimpi
Terjauh yang sanggup kujalani
Meski hanya satu malam dari ribuan malam
Sekejap bersamamu menjadi tujuan peraduanku
Sekali mengenalimu menjadi tujuan hidupku

Selapis kelopak mata membatasi aku dan engkau
Setiap napas mendekatkan sekaligus menjauhkan kita
Engkau membuatku  putus asa dan mencinta
Pada saat yang sama

(Dee, Gelombang)

Hanya Isyarat

"Aku menghela napas. Kisah ini terasa semakin berat membebani lidah. Aku sampai dibagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun, orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang cuma sanggup kuhayati bayangannya dan tak akan pernah kumiliki keutuhannya. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan. Seseorang yang selamanya harus dibiarkan beruapa sebentuk punggung karena kalau sampai ia berbalik, niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa." (Dee, Rectoverso. hlm. 52)

Tuesday, 23 February 2016

Selamat Ulang Tahun

Ribuan detik kuhabisi
Jalanan lengang kutentang
Oh, gelapnya, tiada yang buka
Adakah dunia mengerti?

Miliaran panah jarak kita 
Tak jua tumbuh sayapku 
Satu-satunya cara yang ada 
Gelombang tuk kubicara

Tahanlah, wahai Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang harus tiba tepat waktunya
Untuk dia yang terjaga
Menantiku

Tengah malamnya lewat sudah
Tiada kejutan tersisa 
Aku terlunta, tanpa sarana
Saluran tuk kubicara

Jangan berjalan, Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang harus tiba tepat waktunya
Semoga dia masih ada 
Menantiku

Mundurlah, wahai Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang tertahan tuk kuucapkan 
Yang harusnya tiba tepat waktunya 
Dan rasa cinta yang s'lalu membara 
Untuk dia yang terjaga
Menantiku

DEE.Rectoverso; hal 23.



Nad, selamat menua hari ini.
selamat menjadi 19, sebentar lagi kepala 1 itu tanggal.
selamat berbahagia atas kamu, dirimu, dan orang-orang disekitarmu.

Wednesday, 10 February 2016

Februari ke 19

Maafkan untuk terlalu cerewet di bulan ini.
Iya—bulan Februari. Bulan kedua di tahun ini, 2016.
Sensitif karena 13 hari lagi saya bertambah tua.
Saya selalu benci diri ini yang kelewat insecure terhadap sesuatu. Saya sering kali mempertanyakan hal-hal yang sudah jelas, hal-hal yang kelewat—lumrah. Saya selalu takut—padahal sudah jelas, buat apa lagi dipertanyakan. 
"ah gimana ya nanti"
"aduh gue bisa gak ya"
Saya terlalu sibuk, sibuk berkutat dengan pikiran saya sendiri.  Harus saya akui, gak mudah untuk berbagi. Berbagi tidak sebercanda itu, kadang kita perlu orang yang tepat, waktu yang tepat.