Tuesday, 31 May 2016

terasing

Entah diasingkan?
Terangsikan?
Masih belum barangkali
Panggungnya gelap
senyap
Rumahnya padam
Ah
iya
Aktornya belum nampak rupanya

Sunday, 1 May 2016

kalau

Aku tidak mau sombong 
kalau...
kalau kalau Tuhan lagi punya rencana lain
untuk saya
untuk mu
untuk semesta lagi,
saya akan menerima
saya akan membuka lagi lembaran yang sudah lecek itu
saya harus memaafkan betapa munafiknya saya
saya yang masih tak bisa membuang mu,
menghapuskan kamu

saya pikir kali ini sudah selesai,
nyatanya belum selesai juga urusan ini

kalau 
kalau Tuhan berbaik hati, berkehendak
maka biarkan saya dan kebodohan ini,
berbalik dan minta maaf

(ruang yang bau kopi)

Saturday, 30 April 2016

Rangga dan Nicholas Saputra

Sekarang lagi demam banget kan #AADC2 dimana-mana semua orang bahas Ada Apa Dengan Cinta, semua orang demam lagi sama AADC dari genkcinta sampai Cinta dan Rangganya sendiri. Tapi apa yang mau gue tulis adalah gue jatuh cinta sama karakter Rangga like seriously, entah karena yang meranin Nicholas Saputra atau faktor lainnya. Tapi Nic selalu bisa membawa karakter film dia jadi satu tokoh fenomenal sih, kayak Janji Joni, GIE.
Rangga di AADC adalah salah satu karakter fiksi favorit gue, gatau gue suka banget sama dia dari jaman gue masih SD dan mulai ngerti kali ya sama jalan ceritanya sendiri dan tokoh pertokoh. Menurut gue Rangga itu satu karakter yang kepribadiannya bold banget walaupun dia super diem, ada yang hidup dari dia walau pun cuma sorot matanya. Ngomongnya irit,jutek dan cenderung sarkastik kalau sama orang yang dia anggap ga deket. Tapi kalau sama orang yang dia sayang dia bakal jadi lebih hangat dan super manis. 
Dan Nicholas Saputra buat gue pribadi berhasil men-portray Rangga dengan sangat epic, 14 tahun berlalu Rangga dan imagenya yang misterius masih sama. Tapi harus gue akui di AADC 2 dia lebih manis sih, lebih berwarna, banyak ketawa, dan banyak minta maaf.  Apa ya, penciptaan tokoh Rangga menurut gue luar biasa; dia digambarkan sebagai orang yang full of thoughts dan pas dewasa makin banyak kejutan gitu. Gue pribadi sebagai seorang penonton sulit untuk menyelami pikiranya dia, gue rasa Rangga dan Nic adalah satu kesatuan yang udah nyatu. Susah banget pikirannya diselami walau pun dia tokoh fiksi, satu lagi dia suka nulis jadi ya....ya udah taukan jurus jitunya merebut hati Cinta (kembali)? wk.
Intinya satu hari aja dalam hidup ini, pingin bangeeeetttt ketemu Nicholas Saputra as person dan nanya-nanya ke dia tentang Rangga.yha mimpi memang gratis.
Mungkin, perlu Ada Apa Dengan Rangga?





Sunday, 10 April 2016

Saya, hilang

Saya manusia yang serakah, saya akui itu. Euphoria yang menggebu telah kuhabiskan pada paruh satu, terlalu sombong dan jumawa barangkali. Padahal saat baca, saya sadar betapa saya sungguh berantakan. Tak terstruktur, eksekutor ceroboh. Saya dapat apa yang saya inginkan, namun tidak dengan apa yang saya butuhkan. Entah segala sesuatu terasa begitu kosong, hampa. Saya tidak benar-benar tahu apa yang saya cari, saya seolah rakus dan menerima; bahkan kadang menelannya bulat-bulat.
Tidakkah saya sendiri sadari? yang kau telan racunnya mematikan kamu. 
Saya kebanyakan pakai topeng, warna asli itu tak pernah tampak. Saya hilang. Saya hilang. Saya hilang. Krisis identitas? ah, kata itu kedengaran terlalu biasa. Saya hilang paling tepat.


(bawah pohon belimbing, 2016)

DEE - Gelombang

Dimensi tak terbilang dan tak terjelang
Engkaulah ketunggalan sebelum meledaknya segala percabangan
Bersatu denganmu menjadikan aku mata semesta
Berpisah menjadikan aku tanya dan engkau jawabnya
Berdua kita berkejaran tanpa pernah lagi bersua

Mencecapmu lewat mimpi
Terjauh yang sanggup kujalani
Meski hanya satu malam dari ribuan malam
Sekejap bersamamu menjadi tujuan peraduanku
Sekali mengenalimu menjadi tujuan hidupku

Selapis kelopak mata membatasi aku dan engkau
Setiap napas mendekatkan sekaligus menjauhkan kita
Engkau membuatku  putus asa dan mencinta
Pada saat yang sama

(Dee, Gelombang)

Hanya Isyarat

"Aku menghela napas. Kisah ini terasa semakin berat membebani lidah.
Aku sampai dibagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun, orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang cuma sanggup kuhayati bayangannya dan tak akan pernah kumiliki keutuhannya. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan. Seseorang yang selamanya harus dibiarkan beruapa sebentuk punggung karena kalau sampai ia berbalik, niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa."
(Dee, Rectoverso. hlm. 52)

Monday, 21 March 2016

Saya, kamu, dan rindu

Bagi saya tak ada lagi sahabat selain kesibukan. Saya terbiasa dikepung kesibukan, saya cinta tepatnya.. karena melalui kesibukan rindunya saya padamu tak pernah terasa nyata. Saya sengaja barangkali, menenggalamkan diri--sejak dikecewakan kamu. Kesibukkan itu merampok 24 jam dalam hidup saya untuk mengkritisi persoalan hidup, sampai tak ada kamu di dalamnya. 
karena
Yang paling kejam telah mencambuk saya dengan kesadaran penuh, rupanya si maha waktu.
si Maha waktu,
dia mengajarkan saya paham rasanya /'tum-buh'/, berlari, melupakan kamu. 
Kalau saya ingat pernah mendambamu; sampai sesak dan nyeri disana-sini, saat ini aku menerka masa depan, dengan masih memandang langit muram, sambil mencari kenanganmu muncul dari balik awan tapi tak pernah saya temukan. 
Semesta tak pernah bermain-main dengan apa yang saya utarakan dalam doa, rupaya semesta telah menjawab doa-doa saya. Ah, lewat firasat alam. 
Saya paham tak semua paham dengan apa yang aku pikirkan.
Saya telah melepaskan tali yang menjerat.
Mengutip kata review seseorang "aku  tak ingin menjadi seperti Nadira pada Utara Bayu".