Tuesday, August 09, 2016

Aku cuma mau bilang

Semesta adalah hal terumit yang sulit dipahami—dan, cara terbaik berteriak padanya dengan menyejajarkan kepala kita dengan tempat yang saat ini kita pijak.

Orang dewasa itu selalu penuh rasa takut, waspada
, pertimbangan di sana sini—menjadi dewasa itu perlu, tapi sampai hari ini aku masih bertanya-tanya batasan mana tentang kata 'dewasa' dalam konteks itu. 
Aku tahu kenapa anak-anak selalu lebih spontan dan jujur pada dirinya sendiri, pada orang lain— karena mereka adalah makhluk tanpa ikatan birokrasi. 
Birokrasi itu seperti jerat yang memenjarakan sebuah ekspresi, seperti pembatas buku yang menandai halaman spesial dibanding halaman yang lain, seperti air es yang menyetrum gejolak dalam diri individu.

Saturday, August 06, 2016

teman hidup

"duh udah ga kuat mau nikah aja, please please. ga kuadh lagi kuliah."
"anjir mana sih ini, yang lamar gua ga dateng-dateng"
"sumpah suami gua otw"
"plz mo nikah aja"

Itu adalah kalimat-kalimat yang sering terlontar tiap kali saya dan kroco-kroco (re:temen-temen) berkumpul. Kita sering bercanda, berbagi nasib; bercanda untuk buru-buru dilamar seseorang atau menikah. Biasanya hal ini bakal terucap tiap stress karena tugas, sedang menghadapi masalah sulit di kehidupan kampus, bernafas keluar kelas selesai ujian, bergunjing saat liat keluarga muda yang dorong-dorong stroller dengan lucuknya di mall, atau ngeliat laki-laki mapan yang siap digeret ke KUA.
Tapi apa menikah semudah itu?

tbc...

Tuesday, July 12, 2016

Aku dan banyak orang lainnyaadalah mereka-mereka yang sedang tersesat.
Burung bebas terbang saat dilepaskan dari kandang, ayam-ayam juga bebas berlari saat dibebaskan dari kandangnya, kucing pun begitu—bebas tidur-tiduran di jalan tanpa diusir. Daun ketika menua melepaskan diri dari batangnya, jatuh dan berserakan ke tanah. 
Tapi aku bukan mereka, aku hanya lagi tersesat.

——

Apa kamu pernah mendengar sebuah cerita tentang orang yang banyak menghabiskan waktunya dipinggir jendela—mengenggam gelas kopi yang tak jua habis, yang tadinya hangat lalu menjadi dingin?
Apa kamu pernah melihat seseorang yang begitu berdedikasi dengan bukunya, memeluk buku dengan erat dalam genggaman jari-jarinya? 
Apa kamu pernah mengalami situasi berada di sebuah ruangan, lalu hujan turun dan kamu menyukai keadaan itu?
Apa kamu pernah berdiri ditengah keramaian lalu merasa kesepian?
Apa kamu pernah berdiri dengan begitu bahagia. namun ketika kamu melihat ke arah belakang—ada orang yang memuat harimu hancur berantakan?
Apa kamu pernah merasa hidupmu dipenuhi ketidak pastian?