Friday, July 25, 2014

Rotasi

Menulis, menurutku menulis itu seperti mengalirkan energi dalam diri kalian baik yang positif atau pun negatif supaya keluar dan berubah jadi sebuah tulisan. Dan aku mau mengalirkan energi negatif itu dalam sebuah tulisan. Hari ini,berasa kayak trouble maker, ribut sama kedua kakak cowok. Kadang-kadang aku ngerasa kalo mereka tuh sering gak sepaham sama aku, kayaknya kesalahan kecil pun selalu mereka jadiin bahan. Misalnya kayak internet dan rebutan wifi, pasti yang dipaksa ngalah aku, hoofffttina banget. Padahal aku seneng banget punya 2 kakak laki-laki kayak mereka, artinya kan punya bodyguard *hahaha* dan bisa bermanja-manja, tapi nyatanya gue malah teraniaya sama mereka. Gapapa, selama ibu sama bapak di pihak aku mah.
Hidup ini lagi-lagi butuh diperumpamakan, hidupku sekarang kayak sepatu. Selalu bersama tak bisa bersatu (salah, ini liriknya tulus). Bukan, tapi emang hidup ini kayak sepatu rasanya. Hidup itu maju ke depan, jalan-jalan, berputar-putar, siap ketemu orang baru, atau pun orang lama di hidup kita, hidup itu kayak panggung teater. Penuh drama, siap disanjung sekaligus digulingkan di waktu bersamaan. Di satu tempat kita bisa jadi rajanya, di tempat lainnya kita berubah jadi babunya. Sesederhana itu. Tapi ketika gak siap jalanin hidup ini, maka hal sederhana yang jadi kuncinya justru serasa rumit. Karena kita gak tau caranya solve masalah itu.
Quotes yang lagi hitz:
"People come into your life for a reason, a season or a lifetime.
When you figure out which one it is,
you will know what to do for each person."
Kita gak akan tau, sesuatu yang awalnya menjadi rahasia mungkin sampai akhir akan tetap jadi sebuah rahasia. Tanpa ada yang tahu. Mau curcol sedikit, biasanya kalau mau lebaran gini kita bakal chat-an, entah dari yang penting sampai ke yang gak penting. Tapi sekarang mau ngechat pun segennya bukan main, jadi stranger untuk seseorang yang lo kenal lama itu sulit. 
Tapi nad, jangan menyesali apapun ya. Bukannya sekarang hidup lo lebih tenang, nad? Just let it go. Go ahead, nad.
Oyaa tadi pagi baru aja nonton lagi Film LOVE (film Indonesia tahun 2008) di film ini ada beberapa story linenya. Love Film (2008) dari jaman SD sampai sekarang kelas 12 selalu suka sama cerita di Film ini, ada suatu emosi yang bikin nangis bombay nonton ini bahkan sampai ikutan nyesek sendiri. Gak semua cerita ujungnya Happy ending. Tapi aku selalu percaya kalau hidupku nantinya punya Happy endingnya sendiri, amin ya rabb. 
Di bagian closing film ini, ada narasi :
"Cinta yang sejati. Cinta yang ketika kita kira sudah pergi, ternyata cuma bersembunyi  menunggu untuk kembali." - Quotes Film LOVE

Monday, July 07, 2014

Bali: on trip with Jangkar Bahtera

Jadi project penulisan post ini bakal satu persatu per-tempat dan juga pakai pap (ini kalau gak males) soalnya lagi kena sindrom kelamaan di depan layar bikin eneg.
Jadi maaf ya kalau nanti postnya bakal spam banget wkwkwk.
see you,
on next project