Sunday, September 21, 2014

lingkaran

Ibaratkan sebuah perkumpulan sebagai suatu lingkaran. Pernah terbayang betapa sulitnya masuk dalam lingkaran, ketimbang keluar dari lingkaran itu? Entah, merasa jauh, entah diri yang sulit membiasakan adaptasi. 
Ini bukan tentang tempat yang saya kepalai. Tempat ini berbeda, dimana saya hanya partikel kecil didalamnya, Tidak banyak memberi karena adanya kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Setiap mencoba kembali selalu terasa asing, tidak punya tempat. Lingkaran ini seolah-olah sudah terisi penuh. Dan berakhir segan untuk kembali. Kadang merasa nyaman dengan siapa dia yang mengisi, tapi ada pula beberapa yang mengisi membuat tidak-nyama at all. Tapi katanya hidup ini adalah untuk membiasakan diri bertemu dengan siapa saja kan? 
Entahlah, esok pun di hari terakhir masih segan.
Padahal saya selalu bilang, saya selalu punya definisi tentang keluarga dan rumah. Tapi kadang, saya yang rapuh ini juga butuh dirangkul.

Tuesday, September 09, 2014

Kodrat seorang perempuan

Entah mengapa, akhir-akhir ini banyak berpikir tentang kodrat perempuan. Hakikinya atau kewajiban seorang perempuan. Awalnya selalu bepikir bahwa perempuan itu hebat, tapi pernahkah terbayang di benak kita? Di atas perempuan hebat ada laki-laki yang lebih hebat. Kehebatan antara laki-laki dan perempuan memang berbeda. Tapi entah mengapa, mencoba realistis akhir-akhir ini. Bahwa nyatanya stereotip macam itu tidak akan hilang, antara perempuan dan laki-laki.
Berdiri di bangunan itu, mengubah banyak pemikiran. Orang-orang di rumah, tidak jemu-jemunya mengingatkan, mengingatkan tentang kewajiban perempuan yang sebenarnya. Memberi rambu peringatan, jangan terlewat batas. Seorang perempuan nantinya akan menikah, membutuhkan seorang suami disisinya, untuk menjadi seorang Ibu. 
Kodrat seorang perempuan, menjadi seorang istri dan ibu. Menghantarkan keluarganya menuju surga. Ya, kan?

Sunday, August 31, 2014

"Bertingkah biasa saja di depannya,
lebih buruk dari pada mengacuhkannya."